Jl. Raya Warung Kandang No.36 Plered - Purwakarta - Jawabarat
Ikuti Kami:
</text-aligen>
Sajian Materi

BAB ADZAN

ADZAN
Gerakan Tubuh Ketika Adzan

Dalil 1

…فَلَمَّا أَصْبَحْتُ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ بِمَا رَأَيْتُ فَقَالَ إِنَّهَا لَرُؤْيَا حَقٌّ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَقُمْ مَعَ بِلَالٍ فَأَلْقِ عَلَيْهِ مَا رَأَيْتَ فَلْيُؤَذِّنْ بِهِ فَإِنَّهُ أَنْدَى صَوْتًا مِنْكَ…

Maka keesokan harinya, saya pergi menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberitahukan kejadian mimpiku itu, maka beliau bersabda: "Sesungguhnya mimpimu itu adalah mimpi yang benar Insya Allah. Karena itu berdirilah bersama Bilal dan ajarkan kepadanya mimpimu itu, dan hendaklah dia yang adzan, karena suaranya lebih lantang dari suaramu.

Dalil 2

سنن الترمذي ١٨١: … عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَأَيْتُ بِلَالًا يُؤَذِّنُ وَيَدُورُ وَيُتْبِعُ فَاهُ هَا هُنَا وَهَا هُنَا وَإِصْبَعَاهُ فِي أُذُنَيْهِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قُبَّةٍ لَهُ حَمْرَاءَ أُرَاهُ …

Sunan Tirmidzi 181: … Dari 'Aun bin Abu Juhaifah dari Ayahnya ia berkata: "Aku melihat Bilal mengumandangkan adzan seraya berputar mengikuti mulutnya ke sini dan ke sini, sedang jari-jarinya ada di telinganya. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam waktu itu berada di dalam kubah merahnya….

Dalil 3

سنن ابن ماجه ٧٠٢: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعْدِ بْنِ عَمَّارِ بْنِ سَعْدٍ مُؤَذِّنِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِلَالًا أَنْ يَجْعَلَ إِصْبَعَيْهِ فِي أُذُنَيْهِ وَقَالَ إِنَّهُ أَرْفَعُ لِصَوْتِكَ

Sunan Ibnu Majah 702: Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Ammar berkata: telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Sa'd bin 'Ammar bin Sa'd mu`adzin Rasulullah, berkata: telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Bapaknya dari Kakeknya berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada Bilal agar meletakkan kedua jarinya pada kedua telinganya, seraya bersabda: "Sesungguhnya itu lebih mengeraskan suaramu."

Dalil 1 kalimat “Karena itu berdirilah bersama Bilal dan ajarkan kepadanya mimpimu itu, dan hendaklah dia yang adzan, karena suaranya lebih lantang dari suaramu” menunjukan pemilihan sahabat bilal sebagai muazin karena suaranya lantang atau keras Dalil 2 kalimat"Aku melihat Bilal mengumandangkan adzan seraya berputar mengikuti mulutnya ke sini dan ke sini, sedang jari-jarinya ada di telinganya. Menunjukan bahwa sahabat bilal ketika mengumandangkan adzan sambil berputar mengikuti mulutnya ke sini dan ke sini, sedang jari-jarinya ada di telinganya pada kejadian ini nabi SAW mengetahui gerakan tubuh sahabat bilal dan membiarkanya.

Mari perhatikan pendapat para ulama

Imam Tirmizi mengomentari hadis ini dalam kitab Sunannya, dia berkata;

وعليه العمل عند أهل العلم يستحبون أن يدخل المؤذن إصبعيه في أذنيه في الأذان

“Inilah yang diamalkan oleh para ulama. Mereka menganjurkan supaya muazzin memasukkan dua jarinya ke dalam kedua telinganya ketika mengumandangkan azan.”

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

وجعل مسبحتيه أي أنملتهما بصماخيه لأنه أجمع للصوت

“Dan hendaknya muazzin meletakkan kedua jari telunjuknya pada kedua lubang telinganya. Karena hal itu lebih mengumpulkan suara (sehinga lebih keras).”

Dalil 3 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada Bilal agar meletakkan kedua jarinya pada kedua telinganya, seraya bersabda: "Sesungguhnya itu lebih mengeraskan suaramu." Hadist ini Dloif dikarenakan Rawi Bernama Sa'ad bin 'Ammar bin Sa'ad dan Abdur Rahman bin Sa'ad bin 'Ammar Al Qurazh

1. Sa'ad bin 'Ammar bin Sa'ad

Ibnul Qaththan = Tidak diketahui keadaannya

Ibnu Hajar al 'Asqalani = matruk

2. Abdur Rahman bin Sa'ad bin 'Ammar Al Qurazh

Yahya bin Ma'in = doif

Ad Daruquthni = fihi nazhar

Ibnu Hibban = disebutkan dalam 'ats tsiqaat

Ibnu Hajar al 'Asqalani = dla'if

Adz Dzahabi = mereka mendhaifkannya

KESIMPULAN

1. Perintah nabi SAW akan kerasnya suara sehingga, pilihan jatuh kepada sahabat Bilal R.A

2. Adapun Gerakan tubuh yang dilakukan sahabat Bilal R.A ini mempunyai tujuan pengumpulan suara dan tersebarnya suara,

3. Sementara perintah langsung menggerakan anggota tubuh sebagai muazzin adalah dhoif

Dengan demikian kaifiyat muazzin dengan memutar dan menutup telinga adalah bagian dari menjalankan perintah nabi SAW akan keras dan tersebarnya dan salah satu kaifiyatnya dengan gerakan menutup telinga dan memutar-mutar.

1. Bagaimana bila muazzin memakai speaker apakah tetap harus menutup dan memutar ? Speaker mempunyai tujuan agar keras dan tersebarnya suara, dengan demikian tujuan dari menutup telinga dan memutar-mutar telah terwakili, sehingga selama tidak mengganggu keras dan tersebarnya suara kaifiyat muazzin dipersilahkan. Namun andai kata ada yang menyatakan hal tersebut (sikap Bilal menoleh ke kanan dan keikiri saat adzan) adalah sebuah kemestian dan keutamaan, hal itu adalah kekeliruan.