Wudlu secara bahasa adalah Al-Husnu atau Ath-Thahuru artinya bagus atau suci. Secara istilah wudlu adalah mencuci dan mengusap anggota badan tertentu untuk menghilangkan hadats kecil, yang merupakan salah satu syarat sah shalat.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Al-Maidah [5]: 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ...
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mendirikan Shalat, maka cucilah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepalamu dan (cuci) kakimu sampai dengan kedua mata kaki...
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ …
Shahih Bukhari 132: "Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadats hingga dia berwudlu."
Berdasarkan dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa wudlu merupakan suatu kewajiban untuk memenuhi syarat sah shalat. Dengan demikian wudlu adalah mencuci dan mengusap anggota badan tertentu untuk menghilangkan hadats kecil dan merupakan salah satu syarat sah shalat.
Ada empat pokok kewajiban berwudlu
Dalil 1 QS. Al-Maidah [5] : 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ...
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mendirikan Shalat, maka cucilah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepalamu dan (cuci) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, ...
Dalil 2
عَنْ عَمِّهِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ أَنَّهُ كَانَ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّهَا لَا تَتِمُّ صَلَاةٌ لِأَحَدٍ حَتَّى يُسْبِغَ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى يَغْسِلُ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ وَيَمْسَحُ بِرَأْسِهِ وَرِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Sunan Ibnu Majah 453 : … Rifa'ah bin Rafi' ketika dia duduk di samping Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Shalat seseorang tidak akan sempurna hingga ia menyempurnakan wudlu sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala, membasuh muka dan kedua tangannya hingga siku, lalu mengusap kepala dan membasuh kedua kakinya hingga ke kedua mata kakinya."
Dalil pertama kalimat “maka cucilah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepalamu dan (cuci) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”
Dalil kedua kalimat Shalat seseorang tidak akan sempurna hingga ia menyempurnakan wudlu sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala
Dengan dua keterangan ini wudlu mempunyai rukun dan atau kewajiban dengan empat kaifiyat yaitu :
1. Mencuci muka
2. Mencuci tangan sampai siku
3. Mengusap kepala
4. Mencuci kaki sampai kedua mata kaki
Itulah empat pokok kewajiban dalam berwudlu berdasarkan Al-Quran dan dinyatakan sempurna oleh Rasullulah ﷺ. Selain kaifiyat wudlu yang hukumnya wajib, ada juga pekerjaan lain yang hukumnya sunnat, yaitu:
1. Membaca basmalah
2. Mencuci dua telapak tangan sampai pegelangan
3. Mendahulukan kaki atau tangan bagian kanan
4. Menyela - nyela kaki
5. Mencuci anggota badan tertentu 2 kali-2 kali atau 3kali- 3kali
6. Berkumur-kumur, menghirup air kedalam hidung dan mengeluarkannya
7. Menyela-nyela janggut
8. Mengucapkan do’a setelah wudlu yaitu syahadat dan do’a lainya
Kesimpulan tata cara wudlu berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah adalah sebagai berikut:
1. Membaca basmalah
2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan
3. Berkumur-kumur, menghirup air kedalam hidung dan mengeluarkannya
4. Mencuci muka
5. Mencuci tangan sampai siku
6. Mengusap kepala dan kedua telinga
7. Mencuci kaki sampai kedua mata kaki
8. Mengucapkan do’a setelah wudlu yaitu syahadat dan do’a lainya