“BERTAKBIRLAH KEMUDIAN ANGKAT KEDUA TANGAN ATAU ANGKATLAH KEDUA TANGAN KEMUDIAN BERTAKBIR ATAU BERTAKBIR DAN MENGANGKAT TANGAN BERBARENGAN, POSISI KEDUA TANGAN KETIKA DIANGKAT SEJAJAR DENGAN KEDUA BAHU ATAU SEJAJAR DENGAN KEDUA TELINGA ATAU KEDUA TELAPAK TANGAN SEJAJAR DENGAN KEDUA BAHU DAN UJUNG JARI-JARI MENDEKATI KEDUA TELINGA,POSISI KEDUA TELAPAK TANGAN DIHADAPKAN KE KIBLAT, POSISI JARI-JARI TANGAN TIDAK DIRAPATKAN DAN TIDAK RENGGANGKAN BERLEBIHAN, KEMUDIAN TANGAN KANAN MEMEGANG PUNGGUNG TANGAN KIRI, SIMPAN KEDUANYA DI ATAS DADA, POSISI KAKI TIDAK RAPAT DAN TIDAK DIRENGGANGKAN BERLEBIHAN DAN POSISI MATA MELIHAT KE TEMPAT SUJUD”
Rangkaian kaifiyat takbiratul ihram sebagai berikut:
1) Bertkabirlah
2) Bertakbirlah kemudian angkat kedua tangan
3) Angkat kedua tangan kemudian bertakbir
4) Bertakbir dan mengangkat kedua tangan berbarengan
5) Posisi tangan sejajar dengan kedua bahu
6) Posisi tangan sejajar dengan kedua telinga
7) Posisi kedua telapak tangan sejajar dengan bahu dan ujung jari-jari tangan mendekati kedua telinga
8) Posisi telapak tangan menghadap kiblat
9) Posisi jari-jari tangan tidak dirapatkan dan tidak direnggangkan berlebihan
10) Tangan kanan memegang punggung tangan kiri
11) Simpan keduanya di atas dada
12) Posisi kaki tidak rapat dan tidak direnggangkan berlebihan
13) Posisi mata melihat ke tempat sujud
Dalil-dalil rangkaian takbiratul ihram1) BERTAKBIRLAH
Dalil 1
عَنْ عَلِيٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ…
Sunan Tirmidzi 3…Dari Ali dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Kunci shalat adalah bersuci, keharamannya adalah takbir dan penghalalannya adalah salam”
Dalil 2
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ …فَقَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغْ الْوُضُوءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ…
Shahih Bukhari 5782: … Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu … Selanjutnya beliau bersabda: 'Jika kamu hendak mengerjakan shalat, maka sempurnakanlah wudlu', lalu menghadap ke arah Kiblat setelah itu bertakbirlah,…
Dalil 3
سنن ابن ماجه ٨٥٢ …أَبُو قَتَادَةَ بْنُ رِبْعِيٍّ قَالَ أَنَا أَعْلَمُكُمْ بِصَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَامَ فِي الصَّلَاةِ اعْتَدَلَ قَائِمًا وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكَبْرُ…
Sunan Ibnu Majah 852: …Abu Qatadah bin Rib'i, ia berkata: "Aku adalah orang yang paling tahu dengan shalat Rasulullah SAW diantara kalian. Jika shalat beliau berdiri tegak dan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua pundak seraya mengucapkan ALLAHU AKBAR…
Dalil 1 kalimat “Kunci shalat adalah bersuci, keharamannya adalah takbir dan penghalalannya adalah salam menunjukkan permulaan shalat di awali takbir
Dalil 2 kalimat setelah itu bertakbirlah menunjukkan permulaan yang dimaksud adalah dengan adanya kesiapan memulai shalat kemudian bertakbir
Dalil 3 kalimat Jika shalat beliau berdiri tegak dan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua pundak seraya mengucapkan ALLAHU AKBAR menunjukkan takbir yang dimaksud adalah bacaan Allahu akbar
Kesimpulan takbir adalah salah satu rukun dalam shalat dan lafadnya adalah ALLAHUAKBARU, ini bersifat perintah langsung dari Raulullah ﷺ dan tidak bisa dirubah dengan kalimat takbir yang semisal dengannya .
2) BERTAKBIRLAH KEMUDIAN ANGKAT KEDUA TANGAN ATAU
No 2 sampai no 4 adalah takhyir atau pilihan tentang mengangkat tangan dan posisi takbir Ketika takbiratul ihram hal ini berdasarkan dalil-dalil sebagai berikut :
Dalil 1
عَنْ أَبِي قِلَابَةَ أَنَّهُ رَأَى مَالِكَ بْنَ الْحُوَيْرِثِ إِذَا صَلَّى كَبَّرَ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ …
Shahih Muslim 588:…Dari Abu Qilabah bahwa dia melihat Malik bin Al-Huwairits apabila shalat maka dia bertakbir kemudian mengangkat kedua tangannya…
3) ANGKAT KEDUA TANGAN KEMUDIAN BERTAKBIR ATAU
Dalil 1
عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ لِلصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى تَكُونَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ كَبَّر…
4) BERTAKBIR DAN MENGANGKAT KEDUA TANGAN BERBARENGAN
Dalil 1
عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ قَالَ: " صَلَّيْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ مَعَ التَّكْبِيرِ…
” (Al-Baihaqi, Sunan Al-Kubra, II:240 No. 2312)Artinya : Dari Wail bin Hujr: Aku pernah shalat di belakang Rasulullah ﷺ, maka ketika beliau takbir, beliau mengangkat kedua tangannya berbarengan dengan takbir
Dengan keterangan-keterangan yang telah disebutkan menunjukkan bahwa kaifiyat mengangkat tangan dengan takbir dalam takbiratul ihram bisa dilakukan dengan tiga cara yaitu :
1. Bertakbirlah kemudian angkat kedua tangan atau
2. Angkat kedua tangan kemudian bertakbir atau
3. Bertakbir dan mengangkat kedua tangan berbarengan
Mari perhatikan pendapat ulama
1. Imam ash-shan`ani dalam subulussalam syarah bulugulmaram 1/457 mengatakan “demikian yang disebutkan, dan setelah kita meneliti pendapat-pendapat tersebut beserta dalil-dalilnya menunjukkan bahwa hal itu tergantung kepada kita untuk memilih tanpa mengharuskan satu cara”.
5) POSISI TANGAN SEJAJAR DENGAN KEDUA BAHU ATAU
No 5 sampai dengan no 7 adalah takhyir atau pilihan tentang posisi tangan Ketika diangkat dalam takbiratul ihram hal ini berdasarkan dalil-dalil sebagai berikut :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ فِي الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَكُونَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ …
Shahih Bukhari 694 …Dari 'Abdullah bin 'Umar RA berkata:"Aku melihat jika Rasulullah ﷺ berdiri shalat, beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan pundaknya.
6) POSISI TANGAN SEJAJAR DENGAN KEDUA TELINGA ATAU
عن مالك بن الحويرث أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا كبر رفع يديه حتى يحاذي بهما أذنيه…
Shahih Muslim 589 …Dari Malik bin al-Huwairits bahwa Rasulullah ﷺ apabila bertakbir maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya…
7) POSISI KEDUA TELAPAK TANGAN SEJAJAR DENGAN BAHU DAN UJUNG JARI-JARI TANGAN MENDEKATI KEDUA TELINGA
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَقُومُ إِلَى الصَّلَاةِ إِلَّا رَفَعَ يَدَيْهِ مَدًّا
Sunan Ad-darimi 1209: …Dari Muhammad bin 'Amru bin 'Atha` dari Muhammad bin 'Abdurrahman bin Tsauban dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak berdiri melakukan shalat melainkan beliau mengangkat kedua tangannya dengan tinggi."
Dalil 2
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ فِي الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَكُونَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ
Shahih Bukhari 694…Dari 'Abdullah bin 'Umar RA berkata:"Aku melihat jika Rasulullah ﷺ berdiri shalat, beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan pundaknya…
Dalil 3
عن مالك بن الحويرث أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا كبر رفع يديه حتى يحاذي بهما أذنيه…
Shahih Muslim 589 …Dari Malik bin al-Huwairits bahwa Rasulullah SAW apabila bertakbir maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya…
Dalil 4
مسند أحمد ١٩٦٢٨: …عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَجْعَلَهُمَا قَرِيبًا مِنْ أُذُنَيْهِ وَإِذَا رَكَعَ صَنَعَ مِثْلَ ذَلِكَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ
Musnad Ahmad 19628: …Dari Malik bin Huwairits bahwa apabila Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bertakbir, beliau mengangkat kedua tangannya hingga mendekati kedua telinganya, apabila ruku’, serta ketika bangkit dari ruku’
Dalil 1 kalimat mengangkat kedua tangannya dengan tinggi menunjukkan bahwa Ketika takbiratul ihram posisi tangan di angkat ke atas dengan tidak menyebut batasan
Dalil 2 kalimat mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan pundaknya menunjukkan mengangkat tangan Ketika takbiratul ihram dengan batasan sejajar dengan bahu
Dalil 3 kalimat mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya menunjukkan bahwa mengangkat tangan ketika takbiratul ihram dengan batasan sejajar dengan telinga
Dalil 4 kalimat beliau mengangkat kedua tangannya sampai mendekati kedua telinganya menunjukkan mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram dengan Batasan mendekati kedua telinga
Kesimpulan mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram adalah mengangkat kedua tangan ke atas (dalil 1) dengan batasan telapak tangan sejajar dengan Pundak (dalil 2) dan ujung-ujung jari mendekati kedua telinga (dalil 3 dan 4).
Kesimpulan akhir dalil dengan keterangan-keterangan yang telah disebutkan dapat kita pahami bahwa pada dasarnya kaifiyat mengangkat tangan dalam takbiratul ihram adalah mengangkat tangan ke atas, tinggi dengan batasan bawah adalah bahu dan batasan atas adalah ujung daun telinga bagian bawah, dan yang dimaksud disejajarkan adalah telapak tangan sampai ujung jari, hal ini sebagai ikhtiar adanya kepastian mengenai kaifiyat mengangkat tangan dalam takbiratul ihram, yang sesuai dengan dalil-dalil yang shahih. Kesimpulan mengangkat tangan dalam takbiratul ihram pilihannya adalah:
1. Posisi tangan sejajar dengan kedua bahu atau
2. Posisi tangan sejajar dengan kedua telinga atau
3. Penggabungan dua dalil dalam satu kaifiyat (jam’i) posisi kedua telapak tangan sejajar dengan bahu dan ujung jari-jari tangan mendekati kedua telinga
Mari perhatikan pendapat Ulama
I. Imam Nawawi, Imam Ghazali Dan Ar-Rafi’i dalam Tharhu At-Tatsriib Fi Syarhi Taqriib, II:258-259
Imam Nawawi : Menjama’ antara kedua hadits tersebut yaitu kondisi ujung-ujung jari disejajarkan dengan telinga dan ujung bagian telapak tangan sejajar/lurus dengan bahu, seperti itulah menjama antara kedua riwayat tadi. An-Nawawi berkata dalam syarah Muslim: “yang populer dari madzhab kami yaitu mayoritas madzhab Bahwasannya nya mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu yaitu dari segi mensejajarkan ujung-ujung jarinya dengan cabang telinga yaitu bagian atas kedua telinganya dan kedua ibu jarinya bersebelahan dengan dua telinga, dan kedua telapak tangannya sejajar dengan kedua bahunya, maka inilah yang dimaksud dari ucapan mereka dalam memaknai hadzwa mankibaihi. Dengan sebab ini imam Asy-Syafi’i menjama antara riwayat-riwayat hadits tersebut dan orang-orang merespon positif terhadap pendapat ini.
II. Imam al-Ghazali dalam al-Wajiz merepleksikan tentang tiga ukuran mengangkat tangan menurut Imam Syafi’i tersebut, sebagai berikut:
1. Ia (imam Syafi’i) mengangkat tangan sampai berlurusan dengan bahu
2. Sambil mensejajarkan pangkal jari-jarinya dengan telinganya,
3. Sampai mensejajarkan ujung-ujung jarinya dengan telinganya, sementara kedua telunjuknya disamping telinganya dan telapak tangannya berada di hadapan bahunya
Ar-Rafi’I berkata : Adapun yang kedua bahwa yang dimaksud dari kedua telinga itu di pinggirnya bagian bawah telinga bukan bagian atasnya.
III. Ustadz E.Abdurrahman dalam istiftanya berpendapat bahwa: Hadits yang shahih ini ( Riwayat Muslim) tidak bertentangan dengan Hadits yang shahih pula (Riwayat Bukhari) yang menerangkan, bahwa Rasulullah mengangkat kedua tangannya searah dengan bahunya ( Risalah no.9 Th: III hal.18), sebab Orang yang mengangkat kedua telapak tangan sejajar dengan dengan bahunya, ujung jarinya akan searah dan mendekati telinganya. Dalam hadits Abu Dawud, di jelaskan dengan kata-kata :
حتى يحاذي بهما فروع أذنيه ...(مسلم)
Shahih Muslim: ...Sehingga Rasulullah arahkan belakang telapak tangannya kepada kedua bahunya dan ujung-ujung jarinya kepada kedua telinganya …
8) POSISI TELAPAK TANGAN MENGHADAP KIBLAT
Dalil 1
صحيح مسلم ٦٠٨: …عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ وَمَوْلًى لَهُمْ أَنَّهُمَا حَدَّثَاهُ عَنْ أَبِيهِ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍأَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَيْهِ حِينَ دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ كَبَّرَ وَصَفَ هَمَّامٌ حِيَالَ أُذُنَيْهِ ثُمَّ الْتَحَفَ بِثَوْبِهِ ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ أَخْرَجَ يَدَيْهِ مِنْ الثَّوْبِ ثُمَّ رَفَعَهُمَا ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ فَلَمَّا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَفَعَ يَدَيْهِ فَلَمَّا سَجَدَ سَجَدَ بَيْنَ كَفَّيْهِ
Shahih Muslim 608: …. Dari Alqamah bin Wail dan maula milik mereka bahwa keduanya telah menceritakannya dari bapaknya, Wail bin Hujr "Bahwasannya nya dia melihat Nabi SAW mengangkat kedua tangannya ketika masuk shalat, bertakbir." Hammam menggambarkannya, "Di hadapan kedua telinganya, kemudian melipatnya pada bajunya kemudian meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya. Ketika dia ingin ruku’, maka beliau mengeluarkan kedua tangannya dari bajunya, kemudian mengangkat keduanya, kemudian bertakbir, lalu ruku’. Ketika beliau mengucapkan, 'SamiAllahu Liman Hamidahu' maka beliau mengangkat kedua tangannya. Ketika beliau sujud, maka beliau sujud diantara kedua telapak tangannya."
Mari perhatikan kalimat رفع يديه menunjukkan mengangkat tangan ketika takbiratul ihram, kemudian kalimat ثم رفعهما menunjukkan mengangkat keduanya untuk ruku’, dhomir humaa yang dimaksud kembali kepada يديه, kemudian kalimat رفع يديه untuk bangkit dari ruku’ menunjukkan mengangkat kedua tangannya, Adapun kalimat فلما سجد سجد بين كفيه artinya Ketika beliau sujud maka, beliau sujud diantara kedua telapak tangannya, dengan demikian mengangkat kedua tangan Ketika takbiratul ihram sama dengan turun ruku’ dan bangkit ruku’, kalimat yang digunakan يديه artinya kedua tangan, dan dapat juga diartikan telapak tangan karena di akhir kalimat berbicara sujud menggunakan kalimat فلما سجد سجد بين كفيه dengan demikian, ketika takbiratul ihram kedua tangan yang dimaksud adalah kedua telapak tangan dengan posisi menghadap ke depan yang berarti ke kiblat.
Kesimpulan posisi telapak tangan menghadap kiblat adalah posisi tangan yang dihadapkan ke depan.
Mari perhatikan pendapat Ulama
1. Imam Nawawi dalam syarah shahih muslim 4:327 seseorang disunnahkan untuk menghadapkan kedua telapak tangannya ke arah kiblat saat mengangkat kedua tangan
9) POSISI JARI-JARI TANGAN TIDAK DIRAPATKAN DAN TIDAK DIRENGGANGKAN BERLEBIHAN